Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Dusun Pakarena
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan, tetapi juga oleh kondisi lingkungan tempat tinggal dan perilaku higiene keluarga. Lingkungan dengan akses air bersih yang tidak memadai, sanitasi buruk, pengelolaan sampah dan air limbah yang tidak baik, serta kebersihan dan higiene yang rendah dapat meningkatkan paparan infeksi dan berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak di Dusun Pakaren. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi sumber air bersih/air minum, kondisi sanitasi atau jamban, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan air limbah, kebersihan lingkungan rumah, dan praktik higiene, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi kondisi lingkungan rumah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sumber air bersih/air minum berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,003; OR=3,79; 95%CI: 1,52–9,45), kondisi sanitasi/jamban (p<0,001; OR=4,93; 95%CI: 1,98–12,27), pengelolaan sampah rumah tangga (p=0,016; OR=2,89; 95%CI: 1,18–7,08), pengelolaan air limbah (p=0,004; OR=3,40; 95%CI: 1,38–8,37), kebersihan lingkungan rumah (p=0,003; OR=3,79; 95%CI: 1,52–9,45), dan praktik higiene (p<0,001; OR=5,26; 95%CI: 2,09–13,22). Simpulan: Seluruh faktor lingkungan yang diteliti berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting. Perbaikan kualitas lingkungan, sanitasi, air minum, pengelolaan limbah, kebersihan rumah, dan praktik higiene perlu menjadi bagian integral dalam upaya pencegahan stunting di Dusun Pakarena.
Full Text:
PDFReferences
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil utama SKI 2023 [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023 [cited 2026 Aug 25]. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan — Hasil Utama SKI 2023
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. SSGI 2024: prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8% [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2025 [cited 2026 Aug 25]. Data yang digunakan adalah hasil survei tahun 2024. Kementerian Kesehatan RI — SSGI 2024
Mudadu Silva JR, Vieira LL, Murta Abreu AR, de Souza Fernandes E, Moreira TR, Dias da Costa G, et al. Water, sanitation, and hygiene vulnerability in child stunting in developing countries: a systematic review with meta-analysis. Public Health. 2023;219:117-123. doi:10.1016/j.puhe.2023.03.024.
Permatasari TAE, Chadirin Y, Ernirita, Elvira F, Putri BA. The association of sociodemographic, nutrition, and sanitation on stunting in children under five in rural area of West Java Province in Indonesia. J Public Health Res. 2023;12(3):22799036231197169. doi:10.1177/22799036231197169.
Hurint MTN, Bintari H, Yuliani, Kurniasari Y, Rahayu HK, Aji AS. Sanitation and family environmental health status and its association with stunting in Kulon Progo, Indonesia. J Glob Nutr. 2023;3(2). doi:10.53823/jgn.v3i2.65.
Novianti S, Huriyati E, Padmawati RS. Safe drinking water, sanitation and mother's hygiene practice as stunting risk factors: a case control study in a rural area of Ciawi Sub-district, Tasikmalaya District, West Java, Indonesia. Ethiop J Health Sci. 2023;33(6):935-944. doi:10.4314/ejhs.v33i6.3.
Rahardiantoro S, Juhanda ARN, Kurnia A, Aswi, Sartono B, Handayani D, et al. Spatio-temporal modeling to identify factors associated with stunting in Indonesia using a Modified Generalized Lasso. Spat Spatiotemporal Epidemiol. 2024;51:100694. doi:10.1016/j.sste.2024.100694.
Wulandari R, Iswara AP, Qadafi M, Prayogo W, Astuti RDP, Utami RR, et al. Water pollution and sanitation in Indonesia: a review on water quality, health and environmental impacts, management, and future challenges. Environ Sci Pollut Res Int. 2024;31(58):65967-65992. doi:10.1007/s11356-024-35567
Gusnedi G, Nindrea RD, Purnakarya I, Umar HB, Andrafikar, Syafrawati, et al. Risk factors associated with childhood stunting in Indonesia: a systematic review and meta-analysis. Asia Pac J Clin Nutr. 2023;32(2):184-195. doi:10.6133/apjcn.202306_32(2).0001.
Novianti S, Huriyati E, Padmawati RS. Safe drinking water, sanitation and mother's hygiene practice as stunting risk factors: a case control study in a rural area of Ciawi Sub-district, Tasikmalaya District, West Java, Indonesia. Ethiop J Health Sci. 2023;33(6):935-944. doi:10.4314/ejhs.v33i6.3.
Exploring environmental risk factors for diarrhea: Evidence from the Indonesian Health Survey, 2023. PubMed. 2024. Analisis menggunakan data SKI 2023 dan mencakup kualitas air minum, sumber air, sanitasi, pengelolaan limbah cair dan padat, serta praktik higiene sebagai faktor lingkungan.
Rahut DB, Mishra R, Bera S. Geospatial and environmental determinants of stunting, wasting, and underweight: empirical evidence from rural South and Southeast Asia. Nutrition. 2024;120:112346. doi:10.1016/j.nut.2023.112346.
Mudadu Silva JR, Vieira LL, Murta Abreu AR, de Souza Fernandes E, Moreira TR, Dias da Costa G, et al. Water, sanitation, and hygiene vulnerability in child stunting in developing countries: a systematic review with meta-analysis. Public Health. 2023;219:117-123. doi:10.1016/j.puhe.2023.03.024.
World Health Organization. WHO guideline on the prevention and management of wasting and nutritional oedema in infants and children under 5 years Geneva: WHO; 2023.
Refbacks
- There are currently no refbacks.