Pencemaran Lingkungan dan Risiko Gangguan Kesehatan di Kawasan Pesisir dan Kepulauan
Abstract
Latar Belakang: Pencemaran lingkungan di kawasan pesisir dan kepulauan terus meningkat akibat akumulasi sampah plastik, mikroplastik, logam berat, limbah domestik, dan aktivitas antropogenik lainnya yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai hubungan antara pencemaran lingkungan dan risiko gangguan kesehatan di kawasan pesisir dan kepulauan serta mengidentifikasi strategi pengendalian dan pencegahan yang efektif berdasarkan hasil penelitian terdahulu.
Metode: Penelitian menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran artikel dilakukan pada basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, Web of Science, SpringerLink, Google Scholar, dan Garuda untuk publikasi tahun 2020–2026. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilakukan ekstraksi data, penilaian kualitas menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist, serta sintesis data secara deskriptif naratif.
Hasil: Hasil telaah terhadap artikel yang memenuhi kriteria menunjukkan bahwa pencemaran di kawasan pesisir dan kepulauan didominasi oleh mikroplastik, logam berat, limbah domestik, dan sampah plastik. Paparan pencemar tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan saluran pencernaan, penyakit kulit, gangguan pernapasan, gangguan fungsi hati dan ginjal, gangguan neurologis, serta gangguan reproduksi, terutama pada kelompok rentan seperti nelayan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Selain itu, sebagian besar penelitian merekomendasikan penguatan pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), peningkatan sanitasi dan pengolahan limbah, pemantauan kualitas lingkungan secara berkala, penegakan regulasi, serta pemberdayaan masyarakat sebagai strategi utama dalam pengendalian pencemaran lingkungan.
Kesimpulan: Pencemaran lingkungan di kawasan pesisir dan kepulauan merupakan faktor risiko penting terhadap berbagai gangguan kesehatan masyarakat. Upaya pengendalian yang terintegrasi melalui penguatan kebijakan, pengelolaan limbah yang berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan, dan peningkatan partisipasi masyarakat diperlukan untuk menurunkan paparan pencemar serta melindungi kesehatan masyarakat pesisir.
Full Text:
PDFReferences
United Nations Environment Programme. From Pollution to Solution: A Global Assessment of Marine Litter and Plastic Pollution [Internet]. Nairobi: UNEP; 2021 [cited 2026 Jul 15]. Available from: https://www.unep.org/resources/pollution-solution-global-assessment-marine-litter-and-plastic-pollution
United Nations Environment Programme. Plastic Pollution & Marine Litter [Internet]. Nairobi: UNEP; 2026 [cited 2026 Jul 15]. Available from: https://www.unep.org/topics/ocean-seas-and-coasts/ecosystem-degradation-pollution/plastic-pollution-marine-litter
United Nations Environment Programme, GRID-Arendal. Drowning in Plastics: Marine Litter and Plastic Waste Vital Graphics [Internet]. Nairobi: UNEP; 2021 [cited 2026 Jul 15]. Available from: https://wedocs.unep.org/handle/20.500.11822/36989
United Nations Environment Assembly. Marine Plastic Litter and Microplastics [Internet]. Nairobi: UNEP; 2016 [cited 2026 Jul 15]. Available from: https://leap.unep.org/en/content/unea-resolution/marine-plastic-litter-and-microplastics
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) [Internet]. Jakarta: KLHK; 2025. Available from: https://sipsn.menlhk.go.id
Badan Pusat Statistik. Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2024 [Internet]. Jakarta: BPS; 2024. Available from: https://www.bps.go.id
Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku. Provinsi Maluku Dalam Angka 2025 [Internet]. Ambon: BPS Provinsi Maluku; 2025. Available from: https://maluku.bps.go.id
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Status Lingkungan Laut Indonesia [Internet]. Jakarta: KKP; 2024. Available from: https://kkp.go.id
Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2024 [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2025. Available from: https://www.kemkes.go.id
World Health Organization. Plastics and Health Initiative [Internet]. Geneva: WHO; 2025 [cited 2026 Jul 15]. Available from: https://www.who.int/initiatives/plastics-and-health-initiative
Wang L, Zu B, Yang Q, Guo J, Li J. Sources, distribution, and environmental effects of microplastics: a systematic review. RSC Adv. 2023;13:18589–18609.
Arina N, Hanif NM, Hee YY, Othman M, Ooi MCG, Ali MM, et al. Microplastics contamination in coastal environment of Southeast Asia: A systematic review. Phys Chem Earth. 2025;141:104037.
United Nations Environment Programme. Water pollution by plastics and microplastics: A review of technical solutions from source to sea. Nairobi: UNEP; 2020. UNEP report
World Health Organization. Dietary and inhalation exposure to nano- and microplastic particles and potential implications for human health. Geneva: WHO; 2022. WHO publication
Vethaak AD, Legler J. Microplastics and human health: Knowledge gaps should be addressed to ascertain the health risks of microplastics. Science. 2021;371(6530):672–674.
World Health Organization. Plastics and Health Initiative. Geneva: WHO. WHO Plastics and Health Initiative
Refbacks
- There are currently no refbacks.