Analisis Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Anak di Dusun Kelapa Dua
Abstract
Latar Belakang: Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Sanitasi yang tidak memenuhi syarat, seperti pengelolaan sampah yang buruk, jamban yang tidak layak, saluran pembuangan air limbah yang tidak memadai, dan sumber air yang tidak aman, dapat meningkatkan risiko terjadinya diare melalui jalur penularan fekal-oral. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada anak di Dusun Kelapa Dua. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang memiliki anak di Dusun Kelapa Dua. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi sanitasi lingkungan. Variabel independen meliputi pengelolaan sampah, kondisi jamban, saluran pembuangan air limbah, dan sumber air, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare pada anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berhubungan dengan kejadian diare (p=0,006; OR=2,86; 95% CI: 1,28–6,39), kondisi jamban berhubungan dengan kejadian diare (p=0,002; OR=3,26; 95% CI: 1,46–7,27), dan saluran pembuangan air limbah juga menunjukkan hubungan bermakna (p=0,018; OR=2,47; 95% CI: 1,12–5,47). Sumber air menunjukkan hubungan paling kuat dengan kejadian diare (p<0,001; OR=4,01; 95% CI: 1,78–9,02). Kesimpulan: Sanitasi lingkungan berhubungan secara signifikan dengan kejadian diare pada anak. Perbaikan kualitas sumber air, jamban, pengelolaan sampah, dan saluran pembuangan air limbah perlu menjadi prioritas dalam upaya pencegahan diare di Dusun Kelapa Dua.
Full Text:
PDFReferences
World Health Organization. Global water, sanitation and hygiene: Annual report 2022 [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2023
World Health Organization, United Nations Children's Fund. Progress on household drinking water, sanitation and hygiene 2000–2022: special focus on gender. Geneva: WHO; 2023
Deng SA, Setiarini A. Analisis kebiasaan mencuci tangan dan faktor sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kalideres, Jakarta Barat 2022. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia. 2022;5(10). doi:10.56338/mppki.v5i10.2654.
Nur NH, Rahmadani N, Hermawan A. Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia. 2022;5(3):298-303. doi:10.56338/mppki.v5i3.2206.
Santika D, Aramico B, Fahdhienie F. Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Menggamat Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan tahun 2022. Jurnal Sains Riset. 2022.
Rasma, Nirwana, Murlan, Susilawati E. Hubungan pengetahuan, personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari tahun 2022. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna. 2023;2(1):34-42. doi:10.69677/avicenna.v2i1.36. Available from: Artikel Avicenna – Sanitasi dan Diare
Gozali SI, Astutik E, Ismail WI. Environmental sanitation and diarrhea in children ages 12-59 months in Pojok Village, Bojonegoro, Indonesia. J Berk Epidemiol. 2023;11(2):120-127. doi:10.20473/jbe.v11i22023.120-127. Available from: Jurnal Berkala Epidemiologi – Gozali et al.
Djaba DS, et al. Relationship between environmental sanitation and incidence of diarrhea among children under five in Alak Health Center, Kupang, East Nusa Tenggara. J Health Promot Behav. 2023;8(4):290-297. doi:10.26911/thejhpb.2023.08.04.06. Available from: Journal of Health Promotion and Behavior – Environmental Sanitation and Diarrhea
Siregar DR, Razak A, Yuniarti E, Handayuni L. The relationship of clean water and environmental sanitation to the incident of diarrhea: systematic review. J Ilmiah PLATAX. 2023;12(1):125-131. doi:10.35800/jip.v12i1.53194.
Gozali SI, Astutik E, Ismail WI. Environmental sanitation and diarrhea in children ages 12-59 months in Pojok Village, Bojonegoro, Indonesia. J Berk Epidemiol. 2023;11(2):120-127. doi:10.20473/jbe.v11i22023.120-127.
Girmay AM, Weldetinsae A, Mengesha SD, Adugna EA, Alemu ZA, Wagari B, et al. Associations of WHO/UNICEF Joint Monitoring Program (JMP) Water, Sanitation and Hygiene (WASH) Service Ladder service levels and sociodemographic factors with diarrhoeal disease among children under 5 years in Bishoftu town, Ethiopia: a cross-sectional study. BMJ Open. 2023;13(7):e071296. doi:10.1136/bmjopen-2022-071296.
World Health Organization. Water, sanitation and hygiene interventions to prevent diarrhoea [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2023 [cited 2026 Aug 25]. Available from: WHO – WASH interventions to prevent diarrhoea
Amadu I, Seidu AA, Agyemang KK, Arthur-Holmes F, Duku E, Salifu I, et al. Joint effect of water and sanitation practices on childhood diarrhoea in sub-Saharan Africa. PLoS One. 2023;18(5):e0283826. doi:10.1371/journal.pone.0283826.
Impact of access to improved water and sanitation on diarrhea reduction among rural under-five children in low and middle-income countries: a propensity score matched analysis. BMC Public Health. 2023
Refbacks
- There are currently no refbacks.